anandityan09's blog

My Vision

Alasan Memilih Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB

Posted by ANANDITYA NUGRAHA on December 14th, 2010

Alasan saya memilih departemen ITP ada beberapa faktor, yang terutama ialah karena saya senang mempelajari ilmu yang berkaitan dengan ilmu Kimia. Alasan berikutnya ialah saya ingin menggeluti suatu bidang yang lebih aplikatif dan dapat diaplikasikan secara langsung kepada masyarakat. Tentunya dukungan kedua orang tua saya juga memiliki andil yang cukup besar, karena kedua orang tua saya adalah alumni dari IPB.

Tentunya banyak hal baru yang akan saya dapatkan ketika saya mendalami ilmu pangan. Berbagai macam reaksi-reaksi yang berkaitan dengan bahan pangan akan banyak sekali saya temui nanti. Diantaranya adalah reaksi maillard, oksidasi asam lemak, pencoklatan non-enzimatis, dan reaksi lainya. Prinsip-prinsip pengolahan pangan yang baik pun akan saya pelajari kelak, serta keamanan dan sanitasi pangan juga salah satu aspek yang dipelajari dalam departemen ITP. Aspek-aspek inilah yang memotivasi saya untuk menjadi seorang ahli di bidang teknologi pangan, serta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang saya dapat ini kepada masyarakat kelak.

Proud To Be A Food Scientist

Definis Pangan

Pangan adalah kebutuhan mendasar bagi manusia. Tanpa pangan (makanan dan minuman), manusia tidak bisa hidup. Banyak aspek yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan produk pangan yang bermutu baik dalam arti aspek sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur) dapat diterima, memenuhi aspek nutrisi yang dibutuhkan dan aman (tidak menyebabkan penyakit) pada konsumen yang mengkonsumsinya. Aspek-aspek yang berpengaruh pada mutu makanan tersebut adalah aspek pengolahan pangan, yang mempertimbangkan kondisi kimia, fisik, sensorik, dan mikrobiologis pangan tersebut.Artikel didalam blog ini membahas mengenai berbagai topik sekitar ilmu pangan baik dari aspek kimia, mikrobiologi, metabolisme ataupun proses pengolahannya. Penulisannya bersifat semi populer, dengan harapan agar selain bisa menjadi tambahan bacaan bagi yang berkecimpung di bidang pangan, juga dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam.

http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/blog/1786311-http-ilmupangan-blogspot-com/

Definisi Teknologi Pangan

Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. Aplikasi teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai oleh Louis Pasteur ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggursetelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Selain itu, Pasteur juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal.

http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_pangan

Peranan Pangan

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia. Secara internasional, Ketahanan Pangan didefinisikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan tiap individu memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi, sehat dan aman sehingga dapat menjalankan aktiivitas kehidupannya dengan optimal. Undang-undang RI No. 7 tahun 1996 tentang Pangan mendefinisikan Ketahanan Pangan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman merata dan terjangkau.  Meskipun memiliki perbedaan, terutama pada subjeknya, kedua definisi di atas memperlihatkan betapa luasnya dimensi ketahanan pangan.

Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri atas subsistem ketersediaan dan distribusi pangan serta subsistem konsumsi. Ketersediaan dan distribusi memfasilitasi pasokan pangan yang stabil dan merata ke seluruh wilayah; sedangkan subsistem konsumsi memungkinkan setiap rumah tangga memperoleh pangan yang cukup dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan gizi seluruh anggotanya. Dengan demikian, ketahanan pangan adalah isu di tingkat wilayah-wilayah hingga tingkat keluarga, dengan dua elemen penting yaitu ketersediaan pangan dan akses setiap individu terhadap pangan yang cukup.

Ketersediaan pangan terkait dengan usaha produksi pangan, distribusi dan perdagangan termasuk penyelenggaraan cadangan, ekspor dan impor. Akses penduduk terhadap pangan terkait dengan kemampuan produksi pangan di tingkat rumah tangga, kesempatan kerja dan pendapatan keluarga.  Dalam kaitan ini, pangan bukan hanya beras atau komoditas tanaman pangan (padi, jagung, kedele), tetapi mencakup makanan dan minuman yang berasal dari tumbuhan dan hewan termasuk ikan, baik produk primer maupun turunannya.

Dengan demikian pangan tidak hanya dihasilkan oleh pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan, tetapi juga oleh industri pengolahan pangan. Selanjutnya, pangan yang cukup tidak hanya dalam jumlah tetapi juga keragamannya, sebagai sumber asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral); untuk pertumbuhan, kesehatan, daya tahan fisik, kecerdasan dan produktivitas manusia.

Begitu banyak kepentingan bermain di dalam ketahanan pangan ini sehingga program-program dalam rangka ketahanan pangan seringkali menjadi parsial dan belum membentuk orkestra kegiatan yang harmonis. Padahal wadah untuk memainkan simfoni yang harmonis telah tersedia, yaitu Dewan Ketahanan Pangan yang diketuai oleh Presiden. Simfoni harmonis dapat dimainkan oleh orkestra Dewan Ketahanan Pangan jika memiliki partitur yang optimal berdasarkan segenap potensi yang ada dari semua sektor yang terlibat. Salah satu penyebab masih parsialnya program-program ini adalah belum jelasnya indikator-indikator tingkat impact dari setiap subsektor dalam mencapai status gizi yang optimal sebagai muara dari ketahanan pangan yang kuat.

Definisi Teknik Pangan

Teknik pangan adalah salah satu bidang ilmu multidisiplin dari fisika terapan yang dikombinasikan dengan fisika murnimikrobiologi, danilmu keteknikan untuk pangan dan industri terkait. Teknik pangan meliputi aplikasi dari teknik pertanian dan teknik kimia untuk bahan pangan, namun tidak dibatasi hanya untuk dua hal tersebut. Teknik pangan juga termasuk pengetahuan tentang produksi berprinsip cost-effective dan komersialisasi produk pangan dan jasa terkait.

Teknik pangan adalah aktivitas keilmuan yang luas; bisa terlibat di pemrosesan bahan pangan, permesinan industri pangan, pengemasan,manufaktur bahan pangan, hingga instrumentasi dan kontrol. Ranah kerja teknik pangan yang utama yaitu:

  • Penelitian dan pengembangan produk pangan
  • Pengembangan dan penggunaan sistem manufaktur, pengemasan dan distribusi untuk produk pangan
  • Perancangan dan pemasangan proses produksi bahan pangan
  • Perancangan dan pengoperasian sistem pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan
  • Pemasaran dan dukungan teknis terhadap fasilitas manufaktur

Meski difokuskan pada produk pangan, namun insinyur pangan dapat bekerja pada bidang apapun yang terkait dengan hal di atas, misalnya produksi obat-obatan dan produk biologis karena proses produksi, perancangan alat-alat dan sistem produksi, serta pengoperasian dan pengelolaannya memiliki konsep yang sama.

Dalam pengembangan di bidang teknik pangan, salah satu tantangannya adalah dengan mendayagunakan peralatan modern dan ilmu pengetahuan seperti pengetahuan material dan nanoteknologi, untuk mengembangkan produk baru dan prosesnya, juga meningkatkan kualitas dan keamanannya, termasuk pemanfaatan material pengemasan yang baru untuk perlindungan lebih terhadap bahan pangan, dan pemanfaatan teknologi pengawetan yang baru. Pengendalian proses dan otomasi juga masih menjadi prioritas dalam pengembangan sistem dan alat proses produksi dan distribusi. Beberapa masalah yang sering menjadi tema dalam pengembangan di bidang teknik pangan adalah dampak terhadap [[lingkungan], pengelolaan limbahemisiefisiensi energi, dan efektivitas alat dan sistem produksi. Dari banyak hal yang tersebut di atas, maka beberapa tema yang dapat menjadi perbincangan di bidang teknik pangan yaitu:

http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_pangan

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Subsistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya. Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan subsistem konsumsi berfungsi mengarahkan agar pola pemanfaatan pangan secara nasional memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan gizi, kemananan dan kehalalannya

http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/09/tantangan-menuju-ketahanan-pangan/

Posted in Uncategorized | No Comments »